
Pernah merasa wasir sudah membaik, tetapi beberapa waktu kemudian kembali muncul setelah buang air besar? Kondisi seperti ini cukup mengganggu. Rasa nyeri, gatal, perih, benjolan di sekitar anus, hingga munculnya darah pada tinja dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman bahkan khawatir setiap kali harus ke toilet.
Wasir atau hemoroid sebenarnya cukup umum terjadi. Namun, ketika keluhan terus berulang, penting untuk memahami bahwa masalahnya mungkin bukan sekadar “wasir yang belum sembuh”. Kebiasaan saat buang air besar, sembelit, mengejan terlalu kuat, hingga pola hidup tertentu dapat membuat tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus terus meningkat.
Lantas, mengapa wasir bisa kambuh setelah BAB dan apa yang dapat dilakukan untuk menguranginya? Berikut penjelasan ruangsehatku.
Apa Itu Wasir?
Wasir adalah pembengkakan atau pelebaran pembuluh darah pada area anus dan bagian bawah rektum. Kondisi ini dapat terjadi di dalam rektum yang disebut hemoroid internal, atau di bawah kulit sekitar anus yang dikenal sebagai hemoroid eksternal.
Wasir tidak selalu menimbulkan gejala. Namun, ketika mengalami iritasi atau pembengkakan, seseorang dapat merasakan gatal, nyeri, benjolan, rasa tidak nyaman, atau melihat darah berwarna merah terang ketika buang air besar.
Keluhan dapat muncul sesekali maupun berulang, terutama jika faktor pencetusnya masih ada.
Mengapa Wasir Sering Kambuh Setelah BAB?
Salah satu penyebab paling umum adalah mengejan terlalu kuat.
Ketika seseorang mengalami sembelit atau tinja keras, proses buang air besar menjadi lebih sulit. Akibatnya, seseorang mungkin mengejan lebih lama untuk mengeluarkan tinja. Tekanan tersebut dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus dan memperburuk pembengkakan.
Namun, bukan hanya sembelit yang menjadi masalah. Terlalu lama duduk di toilet, sering menahan keinginan buang air besar, serta pola buang air besar yang tidak teratur juga dapat berkontribusi terhadap munculnya kembali keluhan.
Jika faktor pencetus tidak diperbaiki, wasir dapat terasa membaik sementara kemudian kambuh lagi.
1. Sembelit yang Tidak Teratasi
Tinja keras merupakan salah satu musuh utama penderita wasir.
Ketika tinja sulit dikeluarkan, seseorang cenderung mengejan lebih kuat. Selain meningkatkan tekanan pada pembuluh darah anus, tinja yang keras juga dapat menyebabkan iritasi pada jaringan di sekitarnya.
Karena itu, mengatasi wasir sebaiknya tidak hanya berfokus pada benjolan atau rasa nyeri, tetapi juga mencari tahu apakah terdapat masalah sembelit yang mendasarinya.
2. Terlalu Lama Duduk di Toilet
Kebiasaan membawa ponsel ke toilet dan menghabiskan waktu terlalu lama mungkin terlihat sepele. Namun, duduk dalam waktu lama dapat memberikan tekanan pada area anus.
Jika ditambah kebiasaan mengejan, tekanan tersebut dapat semakin besar. Cobalah membatasi waktu di toilet dan hindari duduk berlama-lama ketika tidak sedang buang air besar.
3. Kurang Serat dan Cairan
Pola makan rendah serat dapat membuat tinja lebih keras dan sulit dikeluarkan. Sementara itu, asupan cairan yang tidak mencukupi dapat membuat konsistensi tinja semakin tidak nyaman pada sebagian orang.
Tambahkan sumber serat secara bertahap, seperti sayuran, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Pastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi sesuai kondisi masing-masing.
Peningkatan serat sebaiknya dilakukan secara perlahan agar tubuh dapat beradaptasi dan risiko kembung dapat dikurangi.
4. Kurang Bergerak
Gaya hidup yang terlalu banyak duduk dapat berkaitan dengan masalah buang air besar pada sebagian orang. Aktivitas fisik membantu mendukung pergerakan tubuh dan kesehatan saluran pencernaan.
Tidak harus melakukan olahraga berat. Jalan kaki, bersepeda, berenang, atau aktivitas fisik ringan yang dilakukan secara rutin dapat menjadi pilihan.
5. Sering Menahan BAB
Ketika tubuh memberikan sinyal untuk buang air besar, tetapi terus ditahan, kebiasaan tersebut dapat mengganggu pola buang air besar.
Semakin sering ditunda, tinja dapat menjadi lebih keras karena semakin banyak air yang diserap usus. Akhirnya, proses BAB menjadi lebih sulit dan mengejan pun lebih mungkin terjadi.
Bagaimana Cara Mengurangi Risiko Wasir Kambuh?
Langkah pertama adalah menjaga agar tinja tetap lunak dan mudah dikeluarkan. Pola makan kaya serat, cairan yang cukup, serta aktivitas fisik dapat membantu.
Ketika muncul dorongan buang air besar, sebaiknya jangan terlalu sering ditunda. Hindari pula mengejan terlalu kuat.
Posisi saat menggunakan toilet juga dapat diperhatikan. Sebagian orang merasa lebih nyaman menggunakan pijakan kecil untuk menopang kaki sehingga posisi tubuh lebih mendukung proses BAB.
Selain itu, jaga kebersihan area anus tanpa menggosok terlalu keras. Penggunaan produk pembersih yang mengandung bahan iritatif juga sebaiknya dihindari jika membuat kulit semakin sensitif.
Apakah Wasir Bisa Hilang Sendiri?
Wasir ringan dapat membaik dengan perubahan kebiasaan dan perawatan sederhana. Namun, kondisi setiap orang berbeda.
Jika benjolan semakin besar, nyeri berat, perdarahan berulang, atau keluhan terus muncul meskipun pola BAB sudah diperbaiki, pemeriksaan medis diperlukan.
Dokter dapat menentukan apakah keluhan memang disebabkan oleh wasir dan menilai tingkat keparahannya. Pada kasus tertentu, mungkin diperlukan obat atau prosedur medis untuk mengatasi wasir yang tidak membaik dengan perawatan konservatif.
Jangan Menganggap Semua Darah dari Anus sebagai Wasir
Salah satu hal penting yang sering terabaikan adalah perdarahan dari anus tidak selalu disebabkan oleh wasir.
Darah merah terang memang dapat muncul pada hemoroid, tetapi kondisi lain seperti fisura ani, polip, penyakit radang usus, atau masalah pada saluran pencernaan juga dapat menyebabkan perdarahan.
Jika perdarahan baru muncul, terjadi berulang, jumlahnya banyak, atau disertai perubahan pola BAB dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Kapan Wasir Perlu Diperiksa?
Segera lakukan pemeriksaan jika mengalami perdarahan yang banyak atau terus berlangsung, pusing atau lemas setelah perdarahan, nyeri anus yang berat, demam, benjolan yang sangat nyeri, atau perubahan kebiasaan BAB yang menetap.
Pemeriksaan juga penting jika Anda terus mengalami wasir meskipun sudah memperbaiki pola makan, meningkatkan aktivitas, dan menghindari mengejan.
Tujuannya bukan hanya mengatasi gejala, tetapi memastikan tidak ada kondisi lain yang menjadi penyebabnya.
FAQ Seputar Wasir yang Sering Kambuh
1. Mengapa wasir selalu muncul setelah BAB?
Wasir dapat kambuh karena tekanan pada area anus meningkat saat mengejan, terutama jika tinja keras atau sulit dikeluarkan. Kebiasaan duduk terlalu lama di toilet juga dapat berkontribusi.
2. Apakah sembelit bisa membuat wasir semakin parah?
Bisa. Tinja keras dapat membuat seseorang mengejan lebih kuat dan meningkatkan tekanan pada pembuluh darah sekitar anus.
3. Apakah makan makanan pedas menyebabkan wasir?
Makanan pedas bukan penyebab langsung wasir. Namun, pada sebagian orang, makanan tertentu dapat memperburuk rasa tidak nyaman saat BAB, terutama ketika area anus sedang mengalami iritasi.
4. Apakah olahraga boleh dilakukan saat memiliki wasir?
Aktivitas fisik ringan hingga sedang umumnya dapat membantu menjaga fungsi pencernaan. Namun, jika mengalami nyeri berat atau kondisi tertentu, jenis aktivitas sebaiknya disesuaikan dengan anjuran tenaga kesehatan.
5. Apakah wasir harus selalu dioperasi?
Tidak. Banyak kasus dapat dikelola dengan perubahan pola makan, kebiasaan BAB, obat tertentu, atau prosedur nonoperasi. Tindakan yang dibutuhkan bergantung pada jenis dan tingkat keparahan wasir.
6. Apakah darah merah saat BAB pasti karena wasir?
Tidak. Wasir merupakan salah satu kemungkinan, tetapi perdarahan dari anus juga dapat disebabkan oleh kondisi lainnya. Jika perdarahan berulang atau disertai gejala lain, pemeriksaan diperlukan.
7. Bagaimana cara mencegah wasir kambuh?
Jaga tinja tetap lunak dengan pola makan kaya serat dan cairan yang cukup, jangan mengejan berlebihan, hindari terlalu lama duduk di toilet, jangan sering menahan BAB, dan tetap aktif bergerak.
Kesimpulan
Wasir yang berulang setelah BAB sering kali berkaitan dengan faktor yang terus memberikan tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus. Sembelit, tinja keras, mengejan, terlalu lama duduk di toilet, kurang serat, kurang aktivitas, dan kebiasaan menahan BAB dapat membuat keluhan lebih mudah kambuh.
Mengatasi wasir bukan hanya tentang meredakan nyeri atau mengecilkan benjolan. Kebiasaan yang menjadi pemicu juga perlu diperbaiki agar risiko kekambuhan dapat dikurangi.
Jika wasir terus berulang, perdarahan semakin sering, atau muncul gejala yang tidak biasa, jangan hanya mengandalkan pengobatan sendiri. Pemeriksaan medis dapat membantu memastikan penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang paling sesuai.












